manjalang Mintuo
                 
Minangkabau adalah suatu kelompok yang berada di nusantara yang memiliki wilayah persebaran kebudayaan meliputi kawasan yang sekarang disebut dengan provinsi Sumatra Barat, Berbagai tradisi dimiliki oleh masyarakat Minangkabau, salah satunya adalah Manjalang Mintuo.

Manjalang Mintuo adalah sebutan dari istri untuk orang tua suami atau sebaliknya, yang dalam
Bahasa Indonesia artinya mertua. Manjalang, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia
berarti menjelang atau mendatangi. Tradisi ini maksudnya adalah istri manjalang
(mengunjungi) rumah orang tua laki-laki. Datangnya bukan sekedar datang saja, akan tetapi
membawa sejumlah hidangan tertentu.

Tradisi ini juga sudah ada sejak zaman dahulu. Tradisi ini adalah tradisi dimana yang dilakukan oleh menantu perempuan yang baru menikah. Tradisi ini  wajib dilakukan oleh Seorang perempuan yang baru menikah. Setiap tradisi itu pastilah ada aturannya.

Manjalang mintuo ini adalah tradisi di Minangkabau dimana menggambarkan seorang menantu baru yaitu bagi perempuan yang baru menikah untuk mengusung Ibu dan suaminya pada sehari atau Seminggu setelah menikah.

Manjalang adalah salah satu bagian dari tradisi pernikahan di Minangkabau yang dilakukan setelah akad nikah dan pesta perkawinan. Tradisi ini biasanya dilakukan pada sore hari atau malam setelah magrib. 

Tujuan manjalang mintuo menurut adat Minangkabau ini adalah untuk salah satu memenuhi tanggung jawab diri sendiri. Bak kata papatah, nyampang makan jo tangan, ganggam lah nasi dengan ujung jari dan juga bawa ke mulut pelan-pelan anak daro jalan juga tidak boleh cepat-cepat.

Jalan anak daro itu harus pelan-pelan, bak petatah Minang katakan, alu tataruang patah tigo, samuiak tapijak indak mati. Salah satu adat, dan juga simbol dari sebuah kehormatan menantu dan mertuanya. 

 Mintuo adalah sebutan orang tua suami maupun istri di Minangkabau, dan juga kata sapaan kepada orang tua istri dan suami. Selain itu bagi seorang istri atau perempuan di Minangkabau juga memiliki larangan tertentu atau pantangan.

Menantu perempuan dengan mertuanya sendiri dan bukan hanya antara menantu perempuan dengan mertuanya. 

Tapi juga dengan keluarga antara dua orang mempelai dan juga memiliki untuk menyatukan atau untuk menambah keeratan persaudaraan atau kekeluargaan maupun juga di dalam masyarakat. Sebelum dilakukan acara manjalang mintuo juga dilakukan beberapa acara dalam pernikahannya. 

Yang Pertama adalah Marasek. Ini adalah urutan pertama dalam upacara pernikahan. Calon Mempelai Perempuan datang menghadiri atau mendatangi keluarga calon laki-laki.

Tujuannya untuk saling mengenal kedua belah pihak, dan lebih menjalin hubungan silahturahmi.
Tradisi manjalang mintuo ini juga ada dua macam yaitu manjalang mintuo setelah nikah atau manjalang mintuo pertama kali.

Tradisi manjalang mintuo pertama kali juga memiliki aturan adat dan juga tidak dilakukan oleh suami dan istri saja tapi juga ada keluarga atau rombongan dua belah pihak mempelai laki-laki dan mempelai perempuan, tapi harus juga mengikuti aturan adat mulai apa saja yang akan dibawa dan kapan waktu dari keluarga atau rombongan perempuan datang ke rumah mertuanya itu.

Jadi harus ditentukan dulu harinya supaya lebih mudah untuk menentukan kapan memasak dan persiapan lain juga. Kalau manjalang mintuo yang bukan pertama kali biasanya dilakukan pada hari raya Idul Fitri dimana biasanya dilakukan pada hari ke 2 hari raya Idul Fitri yaitu yang datang ke rumah mertua adalah suami dan istri kalau mereka belum punya anak.

Kalau sudah punya anak, mereka itu pergi sekeluarga untuk melihat orang tua dan nenek dari anak-anaknya. 

Dan ada juga pada adat Minangkabau tradisi manjalang mintuo itu yang hanya pergi manjalang adalah sendiri dan tidak ditemani keluarga dan kerabat. Karena itu juga ada  keputusan antara dua pihak keluarga mempelai laki-laki dan juga mempelai wanita.

Tradisi ini sudah melekat dihati masyarakat minangkabau pertama kali dilakukan adalah ketika baru saja selesai acara " Baralek " (pernikahan), beberapa hari setelahnya akan diadakan acara " Manjalang mintuo ". dan dalam pelaksanaannya juga ada aturan yang harus ditaati seperti dalam hal pakaian, makanan yang di bawa.

Bawaan menantu ke rumah mertuanya adalah lamang gantiang yaitu lamang yang dihiasi, dan rantang yang berisi nasi, ayam, gulai, sambal, ikan,dan juga ada ayam bulek dan kue

Ketupat juga menjadi kebiasaan buah tangan dari tradisi manjalang mintuo ini, akan tetapi ketika acara manjalang " Mintuo ini " tidak hanya sebatas kunjungan antara menantu kerumah mertua, namun ini juga menjadi simbol keakraban kedua belah pihak antara keluarga laki-laki dan perempuan, karena pada acara manjalang mintuo, sang menantu tidak datang sendirian namun ditemani oleh kedua orang tuanya, dan karib kerabat lainnya. Artinya selain mempererat hubungan antara menantu dengan mertua akan tetapi juga mempererat hubungan antara besan, serta semua keluarga terdekat sang menantu. 

Tradisi dan kebiasaan " Manjalang Mintuo" merupakan tradisi turun temurun orang minang dalam bersilaturahmi ke rumah mertua. 

Manjalang mintuo, bagi perempuan yang baru menikah menjadi suatu hal yang tidak boleh ditinggalkan, karena juga merupakan tradisi yang sudah sejak lama turun-temurun, Selain menjaga silaturahmi Juga sebagai salah satu bentuk bakti seorang menantu kepada sang mertuanya di ranah minang.

Manjalang Mintuo dilakukan setelah acara resepsi/pesta pernikahan, 
Tradisi manjalang mintuo merupakan tradisi turun temurun orang Minang dalam bersilaturahmi ke rumah mertua. Manjalang mintuo tidak hanya sebatas kunjungan antara menantu ke rumah mertua, namun ini juga menjadi simbol keakraban kedua belah pihak antara keluarga laki-laki dan perempuan. 

pada acara manjalang mintuo, sang menantu tidak datang sendirian namun ditemani oleh kedua orang tua kerabat dekat lainnya. Artinya selain mempererat hubungan antara menantu dengan mertua akan tetapi juga mempererat hubungan antara besan, serta semua keluarga terdekat sang menantu.

Manjalang mintuo, bagi perempuan yang baru menikah menjadi suatu hal yang tidak boleh ditinggalkan. Bahkan, akan dinilai lebih baik jika turut mengunjungi saudara orang tua. 

Manjalang Mintuo, selain merupakan bentuk penghormatan dan bakti kepada orangtua, juga dijadikan ajang mempererat silaturahmi antara menantu dan mertua serta keluarga besar sang suami.

Manjalang Mintuo tidak hanya datang ke rumah dan saling maaf-bermaafan, namun juga disertai dengan membawa rantang yang berisi bermacam gulai dan kuliner khas Ranah Minang. Makanan tersebut, akan dihidangkan dan dimakan bersama-sama.

Manjalang Mintuo, sering juga disebut sebagai “Ritual Mengantar Menuju Pernikahan,” merupakan sebuah upacara yang dilakukan sebelum pengantin melangsungkan prosesi pernikahan. Bukan hanya sekedar upacara adat, Manjalang Mintuo mengandung makna mendalam yang menjalin harmoni dalam ikatan keluarga dan memohon keberkahan bagi pasangan yang akan menyatukan cinta dan hidup mereka selamanya.

Manjalang Mintuo bukan sekedar ritual adat yang hanya melibatkan pengantin dan keluarga besar. Ia mempunyai arti mendalam dan makna universal.

Tujuan majalang mintuo ini adalah kegiatan untuk memenuhi adat, karena kalo 
tidak melakukan adat Manjalang Mintuo berarti kita tidak menghormati adat yang sudah 
dilakukan secara turun temurun. Sebagai orang yang memiliki adat, diharapkan harus bisa 
menghormati adat yang berlaku di suku atau pun tempatnya berada. Dan adat Manjalang 
Mintuo juga merupakan bentuk penghormatan menantu terhadap mertuanya.

Tradisi manjalang mintuo ini merupakan tradisi untuk menghormati kerabat calon pengantin sehingga nanti mertua dari pengantin bisa menerima menantu dengan baik.

Pelaksanaan acara Manjalang Mintuo ini, pihak keluarga pengantin perempuan (anak daro) membawa beberapa jenis makanan 
Jenis makanan yang dibawa pada acara manjalang mintuo yaitu:

1.lamang

2.agar-agar

3.onde-onde

4.cindua dalimo

Biasanya menantu memakai suntiang ke rumah mertuanya dan juga pakai baju adat Minangkabau begitu juga dengan laki-lakinya, yang dipayungi oleh bako dari masing-masing mempelai wanita ataupun laki-laki.

Bako ini adalah sebutan untuk kerabat atau keluarga dari ayah mempelai perempuan dan juga mempelai laki-laki. Kemudian mereka diarak dengan Talempong menuju rumah mertuanya. 

Manjalang mintuo ini, biasanya merupakan tahap akhir dari proses perkawinan. Setelah acara manjalang mintuo ini selesai maka kenduri yang diadakan juga sudah selesai.

Postingan populer dari blog ini

manjalang Mintuo